Rabu, 22 Mei 2013

TERUNTUK KAMU

Teruntuk kamu yang sosoknya masih saja bernaung di dalam relung hatiku. 

Masih ingatkah dirimu dengan hari ini?.... ya hari ini seharusnya tepat 1 tahun hari jadi kita. "14 Mei 2012" Masih ingatkah kamu dengan tanggal ini? tanggal yang begitu penting bagiku, tanggal yang mengubah segalanya dalam hidupku. Oh ya... aku lupa bahwa kau sudah melupakannya.

Teruntuk kamu yang akan selalu jadi penyebab tawa dan senyumku.

Aku masih ingat saat itu, ketika aku berada di dalam kehancuran akan sakitnya realita cinta, saat itu kau datang. Tentu saja aku tidak mudah percaya awalnya karena aku telah merasakan sakitnya. Tapi seolah kau memberi harapan bagiku, kau mengulurkan tanganmu mencoba mengeluarkanku dari jurang keputusasaan. Entah kenapa aku setuju begitu saja, untuk sekali lagi aku mempercayai hatiku kepada seseorang, untuk sekali lagi aku percaya dengan yang namanya "CINTA".

Teruntuk kamu yang akan selalu aku rindukan.

Semuanya terasa begitu indah, bahkan aku lupa bahwa aku telah disakiti oleh cinta sebelumnya. Kamu yang selalu menjadi penyebab tawa dan senyumku, hanya dengan sebuah pesan singkat di pagi hari "Selamat pagi :) semangat ya hari ini"  membuat aku lebih bersemangat menjalani hari, walaupun aku tahu bahwa hari yang akan kujalani tidak akan mudah, tapi aku yakin aku percaya. Dengan tegas aku melangkah karena aku tahu kau ada dibelakangku mendorong badanku agar tetap tegak setiap kali aku hampir putus asa. Saat dinginnya malam datang aku mulai kedinginan tanganku membeku, tapi selalu ada tanganmu yang datang menghangatkan. Di setiap doa kita selalu mengeja nama yang sama, mendoakan satu sama lain. Semakin lama aku bersamamu aku semakin yakin inilah cara Tuhan membahagiakanku setelah kepedihan yang kurasa dulu.

Teruntuk kamu yang juga menjadi penyebab tangisku.

Tiba-tiba semuanya berubah, dengan sekejap mata semuanya berubah tanpa aku bisa melakukan apa-apa. Kepergianmu sungguh membuatku terpukul, seolah kau membuangku kembali ke dalam jurang keputus-asaan yang pernah kau selamatkan aku darinya. "Aku sudah tidak mempunyai rasa padamu, aku tidak akan perhatian kepadamu seperti dulu" kata itu yang kau ucapkan padaku saat aku menelponmu setelah kepergianmu yang begitu tiba-tiba, masih terngiang jelas di setiap sudut otakku, kata itu.. kata yang membuatku terdiam seolah membisu, begitu terpukulnya aku saat kau mengatakan itu. Aku bertanya kenapa? aku masih tak mengerti akan jalan pikirmu yang secara tiba-tiba berkata seperti itu? apakah sudah ada yang lain di hatimu?... lalu kau mengatakan "Aku ingin mengejar cita-citaku".

Teruntuk kamu yang namanya masih terukir dihatiku.

Jika ternyata kehadiranku ternyata menghambatmu dalam mengejar cita-citamu, maka aku akan pergi dari kehidupanmu. Aku tak akan menyalahkanmu jika dalam proses mengejar cita-citamu kamu justru akan menemukan yang lain, aku mengerti karena alasanmu yang sebenarnya adalah kau benar-benar sudah tak ada rasa lagi padaku. Maka dari pada itu aku akan mencoba menerima kenyataan. Tak akan ada lagi dirimu yang selalu menjadi penyokongku, tak kan ada lagi pesan singkat darimu yang menjadi penyemangatku di pagi hari, tak kan ada lagi candaan darimu yang selalu membuatku tertawa setiap saat, tak kan ada lagi genggaman tanganmu yang selalu menghangatkan tanganku ketika aku kedinginan, tak kan ada lagi namaku di setiap doamu.

Teruntuk kamu...

Semoga apa yang kamu cita-citakan akan tercapai, dan semoga kau bisa menemukan seseorang yang lebih tepat, aku hanya bisa berharap yang terbaik untukmu. Untuk yang terakhir kalinya "Happy 1st Anniversary Bunda :))"

                                            Dari pria akan selalu mencintaimu
                                            Dari pria yang akan selalu menunggumu
                                            Aku merindukan kamu, dan kita yang dulu :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar